Hari itu aku bercermin entah kesekian kali kepada kaca yang ada di sudut kamar. Nuansa saat ini sangat indah, pilu dan mengharukan. Tak pernah sesekali sebelumnya aku berperasaan seperti ini. Apakah ini hidayah? Benakku berprasangka seperti itu. Aku memang tak selalu berdoa tetapi aku pernah berdoa kepada dzat yang membolak-balikkan hati agar aku mempunyai hati yang teguh dan kukuh. Aku ingin menjadi manusia yang sesungguhnya! Aku ingin menjadi manusia yang memang pada dasarnya bertugas untuk beribadah kepada-Nya!
Hari itu aku menangis! Ya, benar! Hari itu aku menangis!!! Bahkan saat menulis ini pun air mataku tak bisa terbendung lagi. Entah mengapa aku tak tahu pasti.
Aku membayangkan betapa banyaknya dosa-dosa kepada Tuhanku.
Aku membayangkan betapa sombongnya aku tak pernah ingat siapa itu Muhammad.
Mudah saja, apabila ditanya siapa tokoh idolaku? Aku jawab Nabi Muhammad SAW.
Tapi apa??? Aku tak pernah menangis karena rindu ingin bertemu sebelumnya.
Hanya akhir-akhir ini! Aku baru bisa menangis merindukan kehadiran beliau.
Aku tak tahu harus menulis apa lagi. Aku bingung.
Aku rindu beliau!!!
Aku menangis apabila membayangkan Bilal yang tak sanggup adzan lagi tanpa Beliau.
Rasanya hatiku begitu keras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar