Sebuah Angan yang Belum Terwujud - Mister Capung

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 24 Juni 2015

Sebuah Angan yang Belum Terwujud





Assalamu’alaikum wr. Wb.


Aku dilahirkan sebagai seorang anak yang keras kepala. Aku merasakan hal itu semenjak aku tahu bahwa dunia ini luas dan harus dijelajahi satu persatu. Sebuah angan yang aku rindukan dalam waktu dekat harus aku wujudkan! Entah itu bagaimana. Hanya bermodal nekat dan fokus pada apa yang aku inginkan. Kalian tahu sekeras apa pun batu bisa juga lapuk. Perlu kalian ketahui bahwa aku tak mau disamakan dengan baja. Kalian tak perlu tahu dan kalian boleh beralasan sendiri mengapa demikian.
Bicara angan tak etis jika kita tinggalkan kerabat dekatnya, waktu. Dia lah yang merubah semua apa yang aku pikirkan. Kini aku telah tahu bagaimana menyikapi semua mimpi yang hancur lebur diluar kertas rencana yang telah ku tuliskan. Kalian boleh membayangkan karena kalian juga pasti pernah atau pun sering mengalaminya.

Sebuah mimpi yang telah aku rencanakan bertahun-tahun kandas hanya dalam satu waktu. Apakah itu? kalian tak perlu tahu karena mimpi itu akan terwujud dilain waktu.

Sahabatku, aku tahu kalian juga pengejar mimpi yang senantiasa mengharapkan terwujudnya mimpimu itu menjadi nyata. Kalian pasti tahu bahwa rencana Allah lebih indah dari rencana kita. Aku tak mau ‘sok’ tegar atau pun lainnya tapi inilah kewajibanku menerima dengan lapang dada dan senantiasa bersyukur bahwa Allah akan mengabulkan mimpiku itu. Kita masih muda, masih diberi kesehatan, masih diberi waktu untuk berusaha. Jadi, berpikir positiflah jika Allah belum mengabulkan mimpi kita sekarang pasti suatu saat Allah mengabulkannya dilain waktu.

Wajar saja kita down, shock, menangis dan lainnya karena itu semua adalah suatu ungkapan agar kita bisa ikhlas. Setelah semua terjadi tak usah diperpanjang masalah kegagalan itu. Cukup bercermin dalam sebuah kaca. Mau mengeluh? Jangan pada media sosial yang hanya membuat risih teman-teman. Mengeluhlah kepada Allah karena yang akan mengabulkan semua adalah Allah. Mungkin pada cerita ini aku terkesan menggurui dan lainnya. Jadi, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Bersikap positiflah bahwa setiap apa yang kita lakukan ada khikmahnya. Meskipun aku sering lupa hehe. Alanghkah baiknya kalian bisa menegur aku jika aku lupa. Insha Allah aku sangat senang.
Dari orang yang mengimpikan menulis ini di dekat menara Eiffel.

Wassalamu’alaikum wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar