Insomnia Menyerang - Mister Capung

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 11 Oktober 2019

Insomnia Menyerang


Dini hari sepulang dari warung ora umum aku bergegas melepaskan pakaian yang dikenakan kemudian mengambil alat mandi menuju kamar mandi untuk membersihkan badan. Selepas itu aku menjalani rutinitas seperti biasa mencuci tangan dan kaki hingga mengambil air wudhu sebelum tidur. Selesai semua, ku sampirkan handuk biru yang terselempang dibahu ke gagang jemuran yang ada di dekat dapur. Sesampainya di kamar, aku segera menyalakan lampu belajar yang beralih fungsi menjadi lampu tidur dan mematikan lampu utama yang ada di atas langit-langit kamar.
Hmmm… seperti biasa, aku menyisirkan rambut yang sedikit berantakan sehingga tertata rapi dan segera beranjak ke kasur untuk berdoa dan mengebas-ngebas barangkali ada sesuatu di atasnya. Setelah ku panjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa, udara ruangan terasa panas padahal kipas angin kecil yang berdiri di pojok menyala bergeleng-geleng mencoba menggerakkan udara ke sudut-sudut ruangan. Ah benar saja, aku belum bisa tidur. Terbesit ide untuk menggenggam handphone lagi memainkan game yang dibagikan teman sewaktu bertemu tadi. Nyatanya benar, aku menghabiskan 4 putaran game dan berhenti setelah mengetahui baterai handphoneku sudah low.
Rasa bingung mulai datang, keinginan untuk tidur belum ada sehingga inspirasi untuk mengetik naskah ini tiba-tiba terbesit begitu saja. Aku coba buka laptop dan mulai merangkai kata demi kata sembari merenungi bahwa yang sedang aku gunakan ini ternyata umurnya cukup tua. Baru saja si jacky – nama laptopku- masuk tempat servisan. Setelah menambah hardware untuknya agar tersambung ke wifi dan mengganti bodynya agar kembali normal dapat dibuka/ditutup, tadi dia meminta untuk mengganti lampu led neon yang ada dilayarnya. Memang si kecil yang sudah hampir 7 Tahun menemaniku ini mulai rewel dan banyak jajan. Ketika aku sharing kepada mas-mas tukang servis, beliau menjelaskan bak seorang dokter yang menjelaskan kepada orangtua dari pasien bahwa memang si jacky sudah berusaha maksimal dan kini mulai lemah haha. Yang aku suka dari si masnya adalah beliau menjelaskan pengetahuan yang belum aku tahu dan ketika ditanya tentang kekepoanku, beliau bersedia menjelaskan dengan baik. Aku harap, aku selalu bisa bertemu dengan orang-orang yang mudah membagika ilmunya.
Bicara tentang si jacky membuatku ingat bagaimana perjuangan untuk mendapatkannya. Dia sudah menemaniku sejak dulu untuk mengerjakan tugas, bercerita fiktif, berkreasi tanpa batas hingga terakhir kali dia berhasil membantuku untuk menyelesaikan tugas akhir kuliah meskipun kondisinya saat itu sungguh memprihatinkan. Makasih dan maaf ya jacky! Ah, jacky aku harap aku bisa lebih bersyukur bisa memilikimu.
Sudahlah, akan ku akhiri cerita random nan bergantung ini. Aku akan coba memejamkan mata karena esok hari ada tugas yang harus aku selesaikan, jika ada waktu akan bercerita tentang pengalaman menarik yang aku alami baru-baru ini.
Selamat malam dan pagi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar