Dini
hari sepulang dari warung ora umum aku bergegas melepaskan pakaian yang
dikenakan kemudian mengambil alat mandi menuju kamar mandi untuk membersihkan
badan. Selepas itu aku menjalani rutinitas seperti biasa mencuci tangan dan
kaki hingga mengambil air wudhu sebelum tidur. Selesai semua, ku sampirkan
handuk biru yang terselempang dibahu ke gagang jemuran yang ada di dekat dapur.
Sesampainya di kamar, aku segera menyalakan lampu belajar yang beralih fungsi
menjadi lampu tidur dan mematikan lampu utama yang ada di atas langit-langit
kamar.
Hmmm…
seperti biasa, aku menyisirkan rambut yang sedikit berantakan sehingga tertata
rapi dan segera beranjak ke kasur untuk berdoa dan mengebas-ngebas barangkali
ada sesuatu di atasnya. Setelah ku panjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa, udara
ruangan terasa panas padahal kipas angin kecil yang berdiri di pojok menyala
bergeleng-geleng mencoba menggerakkan udara ke sudut-sudut ruangan. Ah benar
saja, aku belum bisa tidur. Terbesit ide untuk menggenggam handphone lagi memainkan
game yang dibagikan teman sewaktu bertemu tadi. Nyatanya benar, aku
menghabiskan 4 putaran game dan berhenti setelah mengetahui baterai handphoneku
sudah low.
Rasa
bingung mulai datang, keinginan untuk tidur belum ada sehingga inspirasi untuk
mengetik naskah ini tiba-tiba terbesit begitu saja. Aku coba buka laptop dan
mulai merangkai kata demi kata sembari merenungi bahwa yang sedang aku gunakan
ini ternyata umurnya cukup tua. Baru saja si jacky – nama laptopku- masuk
tempat servisan. Setelah menambah hardware
untuknya agar tersambung ke wifi dan mengganti bodynya agar kembali normal dapat dibuka/ditutup, tadi dia meminta
untuk mengganti lampu led neon yang ada dilayarnya. Memang si kecil yang sudah
hampir 7 Tahun menemaniku ini mulai rewel dan banyak jajan. Ketika aku sharing kepada mas-mas tukang servis,
beliau menjelaskan bak seorang dokter yang menjelaskan kepada orangtua dari
pasien bahwa memang si jacky sudah berusaha maksimal dan kini mulai lemah haha.
Yang aku suka dari si masnya adalah beliau menjelaskan pengetahuan yang belum
aku tahu dan ketika ditanya tentang kekepoanku,
beliau bersedia menjelaskan dengan baik. Aku harap, aku selalu bisa bertemu
dengan orang-orang yang mudah membagika ilmunya.
Bicara
tentang si jacky membuatku ingat bagaimana perjuangan untuk mendapatkannya. Dia
sudah menemaniku sejak dulu untuk mengerjakan tugas, bercerita fiktif, berkreasi
tanpa batas hingga terakhir kali dia berhasil membantuku untuk menyelesaikan
tugas akhir kuliah meskipun kondisinya saat itu sungguh memprihatinkan. Makasih
dan maaf ya jacky! Ah, jacky aku harap aku bisa lebih bersyukur bisa
memilikimu.
Sudahlah,
akan ku akhiri cerita random nan bergantung ini. Aku akan coba memejamkan mata
karena esok hari ada tugas yang harus aku selesaikan, jika ada waktu akan
bercerita tentang pengalaman menarik yang aku alami baru-baru ini.
Selamat malam dan pagi!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar