Manajemen Waktu (Kehidupan Saya di Tahun Terakhir Masa Perkuliahan) - Mister Capung

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 09 Desember 2018

Manajemen Waktu (Kehidupan Saya di Tahun Terakhir Masa Perkuliahan)


Antara terasa dan tidak bahwa saya sudah sampai pada tahun keempat masa perkuliahan. Tak terasa karena begitu menikmati masa indah perkuliahan tapi sangat terasa ketika me-review ulang pengorbanan dan perjuangan yang sudah-sudah dan mungkin jangan sampai terulang kembali. Kalau pengorbanan dulu ya untuk waktu yang dulu, pengorbanan yang akan dilakukan untuk masa depan tentunya harus ada. Baiklah, itu adalah kalimat intro dari saya.
Menurut saya, masa-masa perkuliahan yang menantang adalah berada pada tahun pertama dan tahun terakhir. Di tahun pertama saya merasa harus banyak beradaptasi dengan banyak perubahan yang harus saya lakukan untuk bertahan hidup dengan suasana baru. Sedangkan di tahun terakhir, saya merasa beban saya bukan hanya menyelesaikan tugas akhir, lebih dari itu! Saya harus benar-benar merencanakan apa yang harus saya lakukan untuk meraih impian yang saya inginkan di masa mendatang. Dengan cara apa? Salah satu cara saya untuk sedikit demi sedikit jalan ke arah impian saya adalah dengan organisir waktu.
Mengorganisir waktu adalah hal yang cukup menarik dan cukup menantang dilakukan. Bagi orang yang kurang disiplin seperti saya tentunya harus bekerja keras untuk melakukan hal itu. Sudah cukup banyak video yang saya tonton atau tulisan yang saya baca mengenai organisir waktu. Baik outcome ataupun impactnya sudah pasti bagus bagi kelangsungan hidup kita. Dengan cara apa saya mengorganisir waktu? Dengan membuat jadwal harian! Ya, saya belajar dengan hal kecil-kecil. Mungkin hal ini sudah diketahui oleh banyak orang tetapi memang tidak banyak orang yang melakukannya. Saya mempunyai buku sendiri untuk membuat jadwal harian, saya mengusahakan juga untuk membuat jadwal mingguan, bulanan maupun tahunan. Tapi untuk yang tahunan bagi saya projek yang belum bisa berjalan. Padahal alangkah bagusnya mempunyai rencana jangka panjang.
Kapan saya membuat jadwal harian? Biasanya saya membuat jadwal harian pada malam hari atau sebelum tidur. Saya tuliskan hal-hal apa saja yang harus saya lakukan keesokan harinya beserta waktu secara terperinci sehingga saya tidak akan kebingungan seusai melakukan suatu kegiatan akan melakukan kegiatan apa lagi. Nah, dengan hal ini pula kita bisa lihat sebenarnya selama ini waktu kita terbuang dalam hal apa saja sih.
Menurut saya, ada dampak yang kurang ‘enak’ juga sih dengan membuat jadwal bagi saya pada kehidupan di tahun ini. Mengapa? Karena saya merasa mata kuliah saya sedikit sehingga aktivitas yang bervariasi jarang di tahun ini. Nah, hal ini memunculkan kejenuhan apabila jadwal setiap hari hampir sama alias hidup seperti robot. Maka dari itu, kita dituntut membuat jadwal yang menarik tidak itu-itu saja. Selain itu, memang ada faktor ekternal yang membuat jadwal kita sedikit terganggu, contohnya adalah ketika tiba-tiba mata kuliah diundur. Tapi secara keseluruhan apabila kita membuat jadwal, hidup kita akan lebih berkualitas. Tidak melulu kita yang berorganisasi, kita yang sibuk bekerja, sejatinya setiap orang harus mempunyai pengaturan waktu apalagi bagi seorang muslim yang ibadah setiap hari ada lima waktu. Kurang lebih Ust. Adi menjelaskan bahwa manajemen waktu kuliah dan mengaji sesungguhnya mudah. Kuncinya, waktunya kuliah ya kuliah waktunya ngaji ya ngaji. Simpel!
Kendalanya dalam hal mengatur waktu apa sih? Kendala dalam merealisasikan rencana kita yang singkat ini cukup banyak antara lain teman. Kadang saya masih tidak disiplin, apabila diajak teman ke suatu tempat ayo ayo saja. Padahal hal itu jelas-jelas dapat merusak jadwal kita. Nah, untuk mengatasinya adalah apabila akan bertemu membuat janji terlebih dahulu. Selain faktor teman, sosial media juga sangat berpengaruh dalam hal ini terutama instagram. Saya senang bisa non aktif instagram selama satu bulan kemarin meski sekarang instagram saya aktif lagi karena harus menunggu satu minggu untuk menonaktifkan kembali. Bagi saya menjauhi ponsel dan instagram harus berjuang. Kesungguhan kita, ketekunan kita, keuletan kita memang deh kunci untuk meraih apa yang kita inginkan. Selamat menyongsong hidup yang berkualitas!
Selamat bekerja keras, selamat mencoba! Semoga bermanfaat!😀

Tidak ada komentar:

Posting Komentar