Awal Mula Sadar Tentang Belajar - Mister Capung

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 09 April 2020

Awal Mula Sadar Tentang Belajar



Siapa sangka, dulu aku merasa sebagai orang yang benar-benar sudah besar meskipun masih bersekolah dasar. Kini diumur yang banyak orang menyebutnya sebagai umur yang dihadapkan dengan quarter life crisis, aku menganggap aku yang dulu tak lain adalah seorang anak kecil yang belum mengerti apa-apa, mempunyai cerita menarik untuk masa depan, dan masih bisa dicetak sebagai generasi yang hebat. Mengulang suatu waktu memang tak mungkin, yang bisa aku lakukan adalah berbicara pada inner child sendiri dengan berkata “Kamu hebat!”. Rasanya hal itu membuat setiap perjuangan yang telah dikerahkan selalu berharga.
Sore hari, sekitar sepuluh tahun yang lalu, aku menggelar sebuah karung plastik berukuran 1 x 0,5 m pada sebuah alas tanah di rumah. Tubuh kecil aku hadapkan ke arah pintu supaya mendapat penerangan dari cahaya sinar matahari. Tak lupa meja berukuran sedang aku gunakan untuk alas belajar. Tak disangka, saat itu aku akan menghadapi yang namanya UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional).
Aku dulu sama seperti anak pada umumnya. Suka bermain, tak mengerti dengan apa yang namanya kerja keras dalam belajar, bisa dibilang aku adalah anak yang mengikuti arus. Aku suka dengan kebebasan yang diberikan untuk bermain disawah, kebun, sungai, hujan-hujanan, panas-panasan, dan hal lain yang memang tak pernah dihiraukan oleh anak kecil. Ada suatu waktu dimana aku merasa bahwa ternyata apabila mengeluarkan energi dan waktu sedikit lagi untuk bekerja keras mungkin aku akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang aku dapatkan saat itu. Pikiran itu muncul ketika aku belajar matematika sore hari untuk persiapan ujian keesokan harinya.
Aku benar-benar merasakan apa yang namanya belajar adalah pada saat itu. Aku mengulang materi yang sudah diberikan guru, aku mengerjakan dan menganalisis sendiri. Kesadaran akan kepuasan belajar benar-benar muncul. Ada gumaman bernada sedikit penyesalan yang aku keluarkan, matematika adalah hal yang mudah dipelajari. Tak seharusnya aku merasa matematika adalah pelajaran yang sulit. Andaikan aku bisa lebih sabar dan telaten, aku bisa mendapatkan apa yang aku cita-citakan.
Kebahagiaan bisa aku rasakan saat ini karena aku bisa menemukan kesadaran yang mungkin tak semua orang bisa menemukannya. Berita bahagia lagi ketika aku merasa bahwa sesuatu yang bisa didapatkan karena hasil usaha sendiri, maka hal itu akan lebih dihargai oleh pribadi. Aku tak akan ingin judge keterlambatan menemukan kesadaran adalah sebuah penyesalan. Aku harus mengapreasiasi aku kecil karena telah berhasil menemukan kesadaran yang bisa membantu cerita selanjutnya lebih menarik. Terimakasih aku!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar